Artikel

'Selektif Itu Perlu'

Lebah dan lalat,sama-sama serangga tetapi memiliki perbedaan dalam kehidupannya.
Lebah sangat selektif dalam kehidupannya.Contoh ,lebah sangat berhati-hati dalam memilih tempat untuk sarangnya.Tidak ceroboh karena menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup mereka.Memilih di dahan pohon yang tingi.Ia membuat dari media yang bagus,berasal dari malam yang didapat di bunga.Membangunnya bentuk segi enam , lebih kuat untuk persiapan anak-anaknya.Dalam mencari makan ,lebah sangat selektif. Mengisap madu bunga.Bahkan ketika mengambil madu , ia tidak merusak dan merugikannya.Bahkan dapat membantu bunga dalam penyerbukan.Begitu pula, lebah menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia.Lebah adalah binatang pekerja keras dan rajin .

Bandingkan dengan lalat, kemana-mana menyebar kemudharatan.Meninggalkan bakteri di makanan yang dihinggapi.Apa saja dimakan , ketika menjumpai kotoran,ia hinggap.Menjumpai gula pun ,tetap ia memakannya.Kehidupan tidak serapi lebah.Serangga penyebar penyakit ,tidak meiliki rumah dan hidup seenaknya.

Semoga bisa mengambil pelajaran dari dua serangga tersebut. Lebah begitu terencana. Hendaknya manusia sesalu selektif dalam mencari rejeki atau menjalin hubungan sosial.Menjadi orang yang bermanfaat bagi sesamanya.Tidak merugikan orang lain,justru orang lain merasa diuntungkan.


__________________________________________________________________

'Berandai-andai'

Sahabat saudaraku , Pekerjaan mudah tanpa mengeluarkan biaya adalah melamun dan berandai-andai.
Terkadang terlintas dalam pikiran kita andaikan waktu bisa kita putar ingin rasanya menghapus semua kesalahan yang pernah diperbuat dan pengandaian yang lain. Tapi mengandaikan sesuatu yang telah terjadi adalah kesia-siaan. Masa lalu adalah bagian dari lembaran kehidupan kita yang hanya bisa sebagai bahan untuk mengkaji diri agar hari ini dan esok lebih baik. Masa lalu sudah terjadi , tak ada yang bisa mengubahnya dan tak kan bisa diputar kembali. Berandai-andai dengan apa yang telah terjadi hanya akan mendatangkan penderitaan. Itulah sebabnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam menyuruh kita untuk tidak berandai-andai atas apa yang terjadi di masa lalu. “ Bersungguh- sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu , dan mohonlah pertolongan kepada Allah ( dalam segala urusanmu ) , dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah , dan jika kamu tertimpa suatu kegagalan , maka janganlah kamu mengatakan : ‘Seandainya aku melakukan begini atau begitu maka hasilnya ( pasti ) begini. Akan tetapi katakanlah Allah telah menakdirkan demikian, dan Allah akan melakukan apa yang Ia kehendaki.” ( HR. Abu Hurairah dan Muslim ).

______________________________________________________________

' Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia '

1.Hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan
Allah.

2.Pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan
keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai
imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri
dan anaknya kepada kesholehan.

3.Anak yang soleh.
Amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua
kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang
soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin
dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

4.Lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh
mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib
kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap
keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita
untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang
sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita
bila kita berbuat salah.

5.Harta yang halal.
Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal , karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga
akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci
dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.

6.Semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-
Nya.
Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang
“hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan
nikmat iman.

7. Umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh,
yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya,
iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).
Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati
sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan
dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak
mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang
mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat
(melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu
dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan
Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia
ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam
kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat
“hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-
orang yang umurnya baroqah.
________________________________________________________


‘Kelapangan Hati’
 
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah bercerita kepadanya. Bapak itu hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu.. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.
“Rasanya Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.

.“Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.Hatimu, adalah wadah itu. Lapangkanlah hatimu seluas danau menerima semuanya.agar garam itu tidak terasa pahit."

Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar dan selalu dalam lindungan Allah .Aamiin  


_______________________________________________________________

'Siklus Musim Kehidupan'

Ada sebuah cerita renungan yang insya Allah
sangat inspiratif untuk kita renungkan ~_^

Disore hari yang indah, seorang ibu,mempunyai 4 orang anak ingin mengjarkan bagaimana cara menghadapi siklus musim kehidupan yang silih berganti, kadang ada duka bahagia, susah, senang, suka dan cinta.

Maka, sang Ibu pun menyuruh keempat anaknya untuk melihat sebuah pohon apel dihutan.Anak pertama disuruh pergi pada musim dingin,anak kedua pada musim semi, anak ketiga pada
musim panas dan anak keempat pada musim gugur

setelah keempat anaknya melihat bentuk pohon apel dihutan pada musim yang berlaianan,maka anak pertama mengatakan pada ibunya bahwa pohon itu jelek sekali batangnya bengkok
pendapat anak kedua juga tidak jauh beda dengan anak pertama, karena pohon dipenuhi kuncup2 hijau.

tetapi lain halnya dengan pendapat anak ke-3 & ke-4
anak ketiga sangat mengagumi pohon itu, ia merasakan
ketenangan saat melihat pohon itu karena pohon itu dipenuhi
dengan bunga-bunga indah yang sangat harum sekalii
anak ke-4 juga mengagumi pohon itu, ia suka sekali melihatnya
karena pohon itu dipenuhi dengan buah2 yg matang dan ranum.

" anakku, kalian semua benar, hanya saja kalian
melihat pohon itu pada musim yang berbeda" kata sang ibu

Sahabat..
apa hikmah dari cerita diatas?
Dalam hidup ini roda kehidupan
selalu beputar, suka, duka
sedih, bahagia selalu ada
seseorang tidak boleh menilai
kehidupan hanya dengan satu musim saja
masih ada 4 musim yang berbeda
dan penuh kejutan dalam hidupnya

lakukan yang terbaik dalam setiap episode2
yang kamu jalani, jangan pernah menyerah
dan jangan kamu mudah berputus asa
ketika kamu mengalami satu musim yg sulit
tetaplah tersenyum dan semangat
karena kamu masih mempunyai musim2 yg lainnya

Sungguh..
bersabarlah menanti siklus musim kehidupan
Jika kamu tidak sabar dengan musim yg sulit
dalam kehidupanmu, dan lebih memilih untuk
berputus asa dari rahmat Tuhanmu
maka, kamu akan kehilangan semua musim-musim
yang indah dan penuh harapan dalam hidupmu

" karena sesungguhnya sesudah kesulitan
ada kemudahan, sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan "

http://robbie-alca.blogspot.com/


_______________________________________________________________

' Seiring berjalannya waktu... '

sebuah cerita refleksi tentang penghapus dan pensil

Pensil: Penghapus ,aku minta maaf kerena selalu membuatmu terluka.Setiap kali aku melakukan kesalahan,kamu selalu ada untuk menghapus kesalahanku . kamu kehilangan sebagian dari dirimu.
Kamu menjadi semakin kecil setiap saat

Penghapus : Tenanglah.. aku tidak sama sekali merasa keberatan
jika harus semakin hari semakin kecil dan pada akhirnya lenyap
aku memang tercipta untuk memperbaiki kesalahanmu,
aku juga tahu kalau suatu hari nanti, kau akan menggantikan diriku
dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dgn perananku.
Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tdk suka melihat dirimu bersedih.

Sahabatku...
ada setitik hikmah inspiratif dari percakapan diatas
kita semua mempunyai orang tua
yang mendidik kita dan menjaga kita
jika orang tua kita layaknya penghapus
sedangkan kita layaknya pensil.
orang tua kita selalu ada untuk kita anak2nya

Seiring berjalannya waktu...
orang tua kita semakin kecil
( maksudnya bertambah tua & akhirnya wafat)
kita pasti akan meninggalkan mereka
karena kita telah menemukan seseorang yang baru
yang akan kita jaga dan yang menjaga kita
Walauopun itu terjadi orang tua akan selalu ada
dan tetap merasa bahagia atas apa
yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya
dan akan selalu merasa tidak suka
bila melihat buah hati tercinta mereka
merasa khawatir ataupun sedih.

semoga kita bisa berbuat baik dan menyayangi pada orang tua kita..

dikutip dari
Blog Kang Robby Cerita Renungan Inspiratif


_______________________________________________________________



' Setiap Nafas Menemui Ajal '

Sebuah kisah di musim panas yang menyengat.  Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya... Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk di sampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.
Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang. "Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya tempat di neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan di penghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria.
Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada di dekat pintu keluar. "Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.
Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya.... Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk... Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah... Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Tanda-tandanya akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengannya semakin dekat. Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu masih ada.
Jangan pernah sombong dalam setiap hal di kehidupan ini, karena kita hanya hambanya yang pasti kembali kepadanya.. Tuhan yang maha kuasa...
Kisah berikut ini saya baca dari. •٠· Cerita Renungan Inspiratif ·٠•

"Ya Allah ya Tuhan kami, kami mohon keselamatan agama, kesehatan jasmani, bertambahnya ilmu dan berkah rizqi, dapat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, dan memperoleh ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami paa gelombang sakaratul maut. Bebaskanlah kami dari azb neraka-Mu dan memperoleh ampunan ketika kami dihisab" Amiin
__________________________________________________________________________________

'Monyet dan Genggamannya'


Di Afrika, teknik atau cara berburu monyet begitu unik. memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Cara menangkapnya sederhana saja – pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yg telah diberi aroma. Tujuannya untuk mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dgn menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup. Para pemburu biasa melakukannya di sore hari.
Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam toples tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa ? Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yg keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yg ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.
Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang. Kita sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap penyakit kepahitan yang parah. Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya dan kita pun akan selamat dari sakit hati jika sebelum matahari terbenam kita mau melepas semua perasaan negatif terhadap siapapun…
sumber : votreesprit.wordpress.com


 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kiarafa Jilbab - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger